Satu Gol tidak cukup untuk JUARA
Terima kasih Garuda Muda !
Itulah kalimat yang layak diberikan kepada seluruh punggawa Tim Nasional Indonesia U-23 yang berlaga di SEA GAMES 2011. Bagaimana tidak, mereka hanya dipersiapkan selama kurang lebih 3 bulan dalam menghadapi ajang olahraga terbesar se ASEAN ini.
Coach Rahmad Darmawan yang akrab disingkat RD pun meramu strategi sebagik mungkin demi memuaskan harapan masyarakat pecinta sepakbola yang haus gelar medali emas yang terakhir diraih pada perhelatan SEA GAMES 1991 di Manila.
Seleksi pemain dilakukan, mulai dengan memanggil Syamsir Alam (anggota klub Penarol Uruguay), hingga pemain naturalisasi seperti Ruben Wuarbanaran dan Diego Michels.
Namun pada akhirnya hanya 20 nama terbaik lah yang berhak menyandang statsu sebagai pemain timnas Indonesia U-23. Yang tidak lolos seleksi bukanlah dibawah kemampuannya melainkan banyak pertimbangan yang mendasari coach RD untuk itu.
Fase grup sudah terlewati dengan baik. Mulai dari mengalahkan Kamboja 6-0, menghancurkan Singapura 2-0, melibas Thailand 3-1 dan di pertandingan terakhir fase grup harus menelan pil pahit dengan kalah 0-1 oleh tetangga kita yakni Malaysia.
Berbekal perjalanan yang mulus di fase grup semakin menebalkan asa pecinta sepakbola nasional bahwa ini saatnya kita mengakhiri puasa gelar juara sepakbola SEA GAMES.
Di semifinal Garuda Muda melumat salah satu negara kuat di ASEAN yakni Vietnam dengan skor meyakinkan, 2-0.
Melajulah Garuda muda ke partai puncak, Final Sepakbola SEA GAMES ke 26 yang dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Karno dengan menghadapi musuh bebuyutan, Malaysia.
Malaysia lebih memilih menjadi underdog dan Garuda muda sudah semakin yakin bahwa inilah saatnya balas dendam kepada Harimau Malaya. Keyakinan untuk juara semakin membuncah kala di menit ke-7 melalui Gunawan Dwi Cahyo, Garuda muda berhasil unggul 1-0. Sontak gemuruh sekitar 80 ribu penonton yang hadir langsung di GBK terluapkan. Begitu pula dengan riuh suara terompet bersahut-sahutan menyiratkan kegembiraan yang luar biasa. Namun, kegembiraan itu pun memudar kala Harimau Malaya mampu menyamakan kedudukan. Hingga babak tambahan waktu 2 x 15 menit tak ada tambahan gol yang tercipta dan memaksa kedua tim untuk melakoni adu penalti. Disinilah mental benar-benar diuji. Harimau malaya akhirnya memenangkan babak ini dan berhak atas emas cabang sepakbola SEA GAMES 2011 kali ini.
Walaupun begitu, ada satu hal yang layak digaris bawahi. Bahwa persiapan yang matang dan itu membutuhkan waktu yang lama adalah harga mati untuk menghasilkan sebuah tim nasional yang benar-benar siap berlaga di ajang apapun yang diikuti. Semoga ini dapat menjadi perhatian bagi PSSI dan seluruh jajarannya sehingga masyarakat Indonesia bisa melihat tim nasionalnya berlaga di ajang bergengsi, PIALA DUNIA. Amien.
(foto : www.vivanews.com)
Bandung, 22 Nopember 2011
